Konflik itu dikatakan sebagai pedang. Jika kamu mengasahnya dan menggunakannya dengan baik, pedang itu akan menjadi senjata dan perlindungan untukmu. Jika mempergunakannya dengan salah, kau akan dengan mudahnya tertusuk dan bahkan mati.
Beberapa track dari album favorit yang sering sekali saya putar. Tapi lalu ada satu lagu yang sering sekali saya putar berulang-ulang itu adalah lagu “The Heart of The Matter” dari album Testimony: vol.1, Life & Relationship.
“Forgiveness.. forgiveness.”
Kata terbaik yang saya dengar setelah itu. Kata yang menusuk hati saya, kemudian membuat mata dan pipi saya basah. Cairan hangat yang keluar dari mata saya pun bertambah banyak, tapi saya menikmatinya. Saya biarkan saja mereka.
Kalau kamu bilang kamu tidak pernah pahit. Bagi saya selama kamu masih hidup dan bersentuhan dengan orang lain, kamu akan retan merasa pahit. Saya rasa pahit itu semacam, keseimbangan yang perlu datang di dalam hidupmu, supaya kamu tidak pernah terlena dengan rasa manis.
Hari ini, benar-benar seperti dan ya, lagi-lagi kita sedang diuji. Harfiahnya, manusia tidak akan ada yang selamanya cocok. Ya, untuk apa Tuhan menciptakan kita beragam sifat dan perilaku, jika bukan untuk saling melengkapi dan memiliki? Memang, kadang manusia perlu mengalahkan ‘ego’ nya, seperti istilah “you’ll get some, you’ll lose some”. Kadang kau begini, orang mengartikan lain. Mereka mau ini, kau lakukan ini. Tapi sadarkah, manusia hanyalah sebuah bacaan yang dibaca secara dikte. Jika kau tidak mendengar dengan seksama, kau akan tidak mengerti dan kau akan kehilangan arah..
Kita tahu isi hati masing-masing bukan? Ketahuilah sayang, bahwa semua yang aku lakukan demi kamu dan kita tentunya. bahkan kamu tak luput sedetikpun dari pikiranku. Aku hanya mohon satu hal, jangan berpikir aku akan melakukan hal yang tak akan pernah aku lakukan. Kuncinya kepercayaan, aku memegang kunci dan kau memegang gembok kendali. Kunci tanpa gembok akan dengan mudahnya bisa terbuka, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya, kunci dan gembok disatukan akan menjadi sebuah ikatan yang rapat, yang tidak bisa dibuka oleh orang lain. Tuhan selalu mengawasi aku, dan juga kamu sayang, ia tak akan membiarkan aku untuk menyakitimu dan kamu pun sebaliknya bukan? Percayalah, apa yang ditakdirkan Tuhan adalah terbaik bagi umatnya. Selama aku dalam kendalimu dan sebaliknya, mungkin Tuhan akan mengizinkan kita untuk selalu bersama. Tak perlu ragu sayang, tak perlu aku harus berkata A hingga Z untuk meyakinkanmu, tapi tangan Tuhan akan selalu mengawasi kita, jikalau hati ini memang ditakdirkan untukmu, ketahuilah aku tidak akan pernah mengubah takdir itu.
Seperti kata “jika kita sudah memutuskan mencintai seseorang, maka jadilah lebih kuat darinya karena kita harus mensupportnya.”
Dan setidaknya aku bisa lebih kuat dari apa yang kamu bayangkan selama ini.
Sekalipun aku terjatuh, sakit dan hilang kendali aku akan tetap mencoba berdiri.
Sekalipun, kamu menyuruhku pergi, aku akan kembali lagi.
Sekalipun, kamu terus membenciku, aku akan disini sampai pada saatnya menyadari bahwa aku tetap mencintaimu.
Peluk erat, kekasihmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar